bin syarief authority

Assalamu'alaikum... ahlan wa sahlan, welcome to my blog. Tempat ini hanya sekedar wadah bagi saya berbagi hidup di dunia maya. Itu saja.

ISLAM, ANUGERAH TERBESAR




Islam dalam bahasa Arab bermakna penyerahan diri. Adapun yang kita maksudkan disini adalah agama yang diwahyukan oleh Allah kepada nabi Muhammad dengan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Atau dalam definisi lain, Islam adalah bentuk penyerahan diri kepada Allah dengan mengesakanNya, tunduk dan patuh dengan menjalani ketaatan kepadaNya, serta berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan dan para pelakunya.

Betapa Sempurnanya Islam
Diantara nikmat agung yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan kepada umat manusia adalah disaat mereka mau menerima agama Islam sebagai jalan hidup mereka. Bagaimana tidak ?!! Allah sendirilah yang telah meresmikan agama ini, dan menggambarkan keadaan agama ini sebagai agama yang sempurna. Allah Ta'ala berfirman yang artinya,”Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu bagimu, serta telah Ku ridhoi Islam sebagai agamamu.” [Al-Maidah : 3].
Inilah anugerah terbesar yang Allah limpahkan kepada umat ini, dimana Allah telah menyempurnakan agama Islam untuk mereka. Sehingga mereka tidak butuh lagi dengan agama yang lain, dan nabi yang lain selain Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Allah jadikan Muhammad sebagai penutup para nabi terdahulu, mengutusnya ke tengah-tengah manusia dan jin. Maka tak ada sesuatu yang halal selain yang telah Allah halalkan, juga tak ada sesuatu yang haram selain yang telah Allah haramkan. Singkatnya, tak ada agama selain yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya.
Dan Islamlah agama yang diridhoi dan dicintai Allah, Allah telah mengutus nabi terbaik (Muhammad), dan telah menurunkan kitab termulia (Al-Qur'an) untuk kejayaan Islam. Sampai-sampai salah seorang Yahudi berkata ketika ayat ini (Al-Maidah : 3) diturunkan,” Kalau saja ayat ini turun kepada kami, pasti hari turunnya ayat ini akan kami jadikan hari raya.”(lihat Tafsir Ibnu Katsir)
Perhatikanlah ! Betapa irinya si Yahudi ini terhadap orang-orang Islam. Maka berbahagialah wahai kaum muslimin akan nikmat agung ini.

Islam Tidak Butuh Tambahan
Setelah kita meyakini bahwa agama ini sepenuhnya telah sempurna, maka tentunya tidak ada lagi kekurangan didalamnya. Lalu apakah mungkin Islam membutuhkan tambahan lagi ? Salah seorang sahabat Rasulullah, yaitu Ibnu 'Abbas -semoga Allah meridhoinya- berkata,” Dialah Islam yang telah Allah kabarkan kepada nabiNya dan kepada seluruh orang-orang mukmin bahwa Dia telah menyempurnakan keimanan untuk mereka. Jadi, mereka tidak butuh lagi dengan tambahan. Selama-lamanya. Allah telah menyempurnakan Islam, sehingga tak ada lagi kekurangan selama-lamanya. Dan Allah telah ridho dengan Islam, maka tak ada lagi kemurkaanNya selama-lamanya.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir)
Sebagai contoh sederhana; Jika seorang ibu telah memasak makanan yang begitu lezat dan nikmat. Bumbunya pas. Tidak terlalu asin, juga tidak terlalu manis. Pokoknya pas. Lalu tiba-tiba masakan itu malah ditambah dengan garam lagi. Maka apa yang akan terjadi ?!! Justru makanan itu yang tadinya lezat berubah jadi amburadul, tidak karuan rasanya. Kesempurnaan rasa makanan tersebut justru menjadi cacat gara-gara tambahan garam tadi.
Nah, begitu pula agama ini. Bahkan agama ini jauh lebih layak untuk dijaga kesempurnaannya dari sekedar masakan.
Salah seorang sahabat yang mulia, 'Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu berkata,” Ikutilah (Al-Qur'an dan As-Sunnah) dan jangan mengada-adakan sesuatu yang baru. Karena sesungguhnya kalian telah tercukupi (dengan agama ini).”(Lihat Lammuddurril Mantsur Minal Qoulil Ma'tsur).


Beberapa Contoh Kesempurnaan Islam.
Kesempurnaan Islam mencakup segala sisi kehidupan manusia. Syariatnya sangat cocok untuk setiap zaman dan tempat. Semua kebaikan dari yang terkecil sampai yang terbesar telah dijelaskan olehnya. Dan Islam juga telah mewanti-wanti umatnya dari beraneka bentuk keburukan agar dijauhi. Berikut ini sebagian contoh kesempurnaan Islam dalam kehidupan kita:
Islam Dan Aqidah/Keyakinan.
Islam hanya meyakini satu Tuhan yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi beserta segala yang ada didalamnya. Dialah pengatur alam semesta, pemilik tunggal jagad raya ini. Jadi dialah yang berhak untuk disembah oleh sekalian makhluk. Tak ada lagi sekutu bagiNya. Tidak nabi,tidak juga malaikat. Allah berfirman yang artinya,” Sesungguhnya Tuhan kalian adalah yang menciptakan langit dan bumi.” [Al-A'rof : 45]. Juga Allah berfirman,” Wahai sekalian manusia sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.”[Al-Baqoroh : 21].
Adapun agama yang lain maka mereka memiliki “tuhan-tuhan” yang begitu banyak. Yang sebenarnya ini justru membingungkan mereka sendiri.

Islam Dan Kehidupan Bermasyarakat.
Diantara ajaran Islam dalam rangka menjaga hubungan bermasyarakat adalah anjuran kepada umatnya untuk saling tolong-menolong, Allah berfirman,” Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” [Al-Maidah : 5]. Islam juga melarang kita untuk mengganggu orang lain, Rasulullah bersabda yang artinya,” Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan-gangguannya.” [HR. Muslim]. Dan menganjurkan kita untuk selalu tersenyum nan ramah bila bertemu dengan orang lain, Rasulullah bersabda yang artinya,” Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, meski dengan wajah yang berseri-seri saat berpapasan dengan saudaramu.” [HR. Muslim]

Islam Dan Kehidupan Ekonomi.
Diantara yang berhubungan dengan hal ini yaitu Islam mensyariatkan zakat agar orang-orang yang tak mampu juga dapat merasakan bahagia. Islam juga tak menginginkan perputaran harta hanya terjadi dikalangan orang-orang kaya saja. Allah berfirman yang artinya,”Agar harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja diantara kalian.” [Al-Hasyr : 7]

Islam Dan Kehidupan Bernegara.
Dalam hal ini Allah telah memerintahkan kepada para pemimpin untuk berhukum secara adil, dimana Allah berfirman yang artinya,”Sungguh, Allah telah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum diantara manusia hendaknya kamu tetapkan dengan adil.”[An-Nisa' : 58] . Dan bersamaan dengan itu pula Allah menyuruh rakyat untuk tunduk dan taat kepada pemerintah, bahkan Allah menggandengkannya dengan ketaatan kepadaNya dan RasulNya. Allah Ta'ala berfirman yang artinya,” Wahai orang-orang yang beriman ! Taatilah Allah dan RasulNya (Muhammad), serta taati Ulil Amri (pemegang kekuasaan) diantara kamu.” [An-Nisa' : 59]. Jika setiap muslim, baik pemerintah maupun rakyat mau mempraktekkan ajaran ini, niscaya kehidupan bernegara kita jadi aman dan damai. Semoga negeri kita yang tercinta ini termasuk negeri yang senantiasa menjalankan ajaran Allah. Amin.

Islam Dan Ilmu Pengetahuan
Perhatian Islam dengan dunia pengetahuan bisa kita lihat dari wahyu pertama yang Allah Ta'ala turunkan kepada nabiNya, dimana Allah Ta'ala berfirman yang artinya,” Bacalah !” [Al-'Alaq : 5]. Ya, karena membaca adalah sarana utama untuk menambah wawasan pengetahuan kita. Dengan membaca segala hal yang tadinya tidak kita ketahui jadi kita ketahui. Apalagi dalam Islam kedudukan ilmu sangat dijunjung tinggi, bahkan Allah Ta'ala mengangkat derajat orang-orang yang berilmu dalam firmannya,” Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” [Al-Mujadilah : 11]. Dalam sebuah hadits, Rasulullah menerangkan bahwa ilmu adalah jalan terbaik bagi yang menginginkan surga. Rasulullah bersabda yang artinya,” Barang siapa yang menempuh sebuah jalan untuk menuntut ilmu maka akan Allah mudahkan dia menempuh jalan menuju surga.” [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi].

Islam dan Bidang Pendidikan.
Merupakan kesempurnaan Islam adalah perhatiannya terhadap masalah pendidikan. Banyak contoh dalam hal ini, diantaranya firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surat Luqman,” Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya,” Wahai anakku ! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang besar.” [Luqman : 14]. Selanjutnya Allah berfirman,” Luqman berkata,” wahai anakku ! Sungguh, jika ada perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau dilangit atau dibumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan Maha Mengetahui.” [Luqman : 16]. Begitu juga sabda Rasululloh mengenai pentingnya mengajarkan sholat semenjak usia dini yang artinya,” Perhatikanlah anak-anak kalian agar menunaikan sholat ketika mereka berumur tujuh tahun.” [HR. Abu Dawud].

Islam dan Pola Hidup Sehat dan Bersih.
Islam mengajarkan tata cara membersihkan diri seperti wudhu, mandi besar, istinja' (cebok), menyikat gigi, memotong kuku, dan lain-lain. Ada yang pernah bertanya kepada Salman Al-Farisi Radhiyallahu 'anhu,” Apakah nabimu telah mengajarkan segala sesuatu sampai urusan kamar kecil?!!” Salman pun menjawab,” Ya benar! Dia melarang kita menghadap kiblat ketika buang air kecil dan buang air besar, melarang kita agar tidak beristinja' dengan tangan kanan.” [HR. Muslim, dll]. Rasulullah bersabda yang artinya,”Sepuluh sunnah yang sejalan dengan fitroh manusia” dan menyebutkan diantaranya; memotog kuku, menyikat gigi, berkhitan, dan membersihkan jari-jemari.[HR. Muslim, Abu Dawud, dll]. Juga Rasulullah melarang kita agar tidak buang air kecil diair yang tergenang lalu mandi didalamnya [HR. Bukhari]. Dan Allah sangat mencintai orang-orang yang menyucikan diri,”Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertaubat, dan orang-orang yang menyucikan diri.” [Al-Baqarah : 222].
Dan masih banyak lagi hal-hal yang belum sempat tertuang dalam tulisan ini, yang apabila kita mau menelaahnya niscaya kita akan terkagum-kagum dengan syariat ini, dan takkan pernah bosan untuk membasahi lisan kita dengan pujian-pujian kepada Allah, Sang Pembuat Syariat. Dialah Yang Maha Sempurna lagi Maha Bijaksana.

Penutup
Demikianlah, betapa sempurnanya agama kita ini. Tanpa sedikitpun kekurangan didalamnya. Bahkan didalamnya terkandung banyak sekali pelajaran-pelajaran penting yang dapat menjadi solusi utama menghadapi berbagai persoalan hidup. Maka sudah semestinya kita berbangga dengannya. Bersyukurlah kepada Allah yang telah menciptakan kita sebagai pemeluk agama ini. Dan cara terbaik untuk mensyukuri nikmat yang agung ini adalah dengan makin mempertebal keimanan kita kepadaNya, menjalankan ketaatan dan beribadah kepadaNya dengan penuh keikhlasan serta ketundukan hati. Jangan lupa untuk selalu menjadikan Islam sebagai gaya hidup kita bersama. Akhir kata segala puji bagiNya Rabb Semesta Alam, Shalawat serta Salam senantiasa tercurah kepada teladan kita, nabi yang mulia Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam, kepada keluarganya dan segenap sahabatnya.


Abu Nu'aim Bin Syarief

0 komentar:

Poskan Komentar